Sabtu, 31 Oktober 2009

Jangan Malu Menuntut ilmu



عَنْ أَبِي وَاقِدٍ اللَّيْثِيِّ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَمَا هُوَ جَالِسٌ فِي الْمَسْجِدِ وَالنَّاسُ مَعَهُ إِذْ أَقْبَلَ ثَلَاثَةُ نَفَرٍ فَأَقْبَلَ اثْنَانِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَذَهَبَ وَاحِدٌ قَالَ فَوَقَفَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَّا أَحَدُهُمَا فَرَأَى فُرْجَةً فِي الْحَلْقَةِ فَجَلَسَ فِيهَا وَأَمَّا الْآخَرُ فَجَلَسَ خَلْفَهُمْ وَأَمَّا الثَّالِثُ فَأَدْبَرَ ذَاهِبًا فَلَمَّا فَرَغَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ عَنْ النَّفَرِ الثَّلَاثَةِ؟ أَمَّا أَحَدُهُمْ فَأَوَى إِلَى اللَّهِ فَآوَاهُ اللَّهُ وَأَمَّا الْآخَرُ فَاسْتَحْيَا فَاسْتَحْيَا اللَّهُ مِنْهُ وَأَمَّا الْآخَرُ فَأَعْرَضَ فَأَعْرَضَ اللَّهُ عَنْهُ.


Maksud Hadith :

Daripada Abi Waaqid Allaithy R.A, sesungguhnya Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam ketika mana Baginda sedang duduk di dalam masjid bersama-sama dengan kumpulan manusia (para sahabatnya dalam majlis ilmu)
, tiba-tiba datang tiga orang, lalu dua orang terus menyertai majlis Rasulullah salallahu alaihi wa sallam dan seorang lagi pergi begitu sahaja(tanpa menyertai).Lalu kedua-dua orang itu berdiri (dekat halaqah), maka salah seorang daripada kedua itu melihat ada ruang kosong di dalam halaqah ilmu tersebut lalu dia duduk di situ, manakala yang keduanya hanya duduk jauh di belakang mereka dan manakala yang ketiga pula terus memalingkan punggung dan beredar pergi. Maka apabila Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam selesai ( memberi pengajian),
lalu Baginda bersabda :
Mahukah kalian aku khabarkan tentang hal orang bertiga itu? Maka yang pertama itu dia bersungguh-sungguh untuk mencari ilmu, maka Allah melapangkan tempat untuknya, manakala yang kedua itu dia berasa malu ( tidak bersungguh-sungguh), maka Allah juga malu daripadanya(tidak memberinya ilmu yang banyak) dan yang ketiga itu dia berpaling dari Allah, maka Allah juga berpaling daripadanya (tidak mengendahkannya).

Hadith riwayat Al-Bukhari no: 64 , dengan lafaz daripadanya.



Keterangan ringkas:-

Orang yang hendak mendapatkan ilmu itu mesti bersungguh-sungguh memberikan perhatian kepada ilmu. Hendaklah dia berusaha semampu mungkin dengan daya yang dimilikinya untuk mendapatkan ilmu. Jangan malu untuk belajar dan jangan malas. Seseorang itu hendaklah mempunyai hati yang cekal dan tabah. Sentiasa menggunakan kesempatan yang ada untuk menambahkan ilmu. Tidak perlu disuruh untuk belajar tetapi dia memang sentiasa siap sedia untuk belajar menimba sebanyak mungkin ilmu apabila ada kesempatan. Maka dengan kerajinan dan perhatian yang tinggi itu dia akan dapat mengumpulkan ilmu sebanyak mungkin.
Adapun mereka yang malas, mudah patah semangat, tidak berghairah dan sentiasa menunggu dorongan daripada orang lain, maka orang yang seperti ini jarang sekali dapat berjaya dalam usahanya mencari ilmu.

Jadi, sama-samalah kita betulkan niat, semaikan azam, dan bina semangat yang tinggi untuk berusaha mencari ilmu. Insya Allah.


Sumber
: Artikel ini disunting dan diolah daripada buku Empat Puluh Hadith Kelebihan Ilmu dan Ulama karya Syeikh Ahmad Fahmi Zamzam.- editor

Jumat, 23 Oktober 2009

Pemuda yang beriman

Ada pelajaran yg menarik dr kisah yg akan kami paparkan berikut ini bagi orang yg memiliki hati yg sadar dan pendengaran yg terbuka serta benar-benar menyaksikan kisah tsb.untuk itu, marilah kita renungkan bersama kisah berikut ini sembari kita mencari nilai-nilai yg berharga tentang keikhlasan.

Shuhaib radhiyallahu'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda (artinya), " Dahulu sebelum kalian ada seorang raja yg mempunyai tukang sihir. setelah menginjak usia senja,tukang sihir itu berkata kpd sang raja,'Sesungguhnya saya telah menginjak usia senja. Krn itu kirimkanlah kpd ku anak muda untuk saya ajari sihir'. Kemudian sang raja mengirim kepadanya anak muda yg akan diajari sihir. Setiap kali anak muda ini mau datang kepada tukang sihir, ia pasti melewati seorang rahib ( seorang yg suka beribadah dr kalangan umat nashrani yg berpegang kpd agama yg benar), lalu ia duduk untuk mendengarkan ceramahnya.ternyata ia tertarik dgn ceramahnya itu. Akan tetapi,bgtu dia datang kpd tukang sihir,ia pun dipukulnya sehingga hal yg demikian itu ia laporkan kpd rahib itu.rahib itu lalu berkata"apabila km takut kpd tukang sihir,maka katakanlah,aku tertahan oleh keluargaku,'dan apabila km tkut kpd keluargamu,maka katakanlah,'aku tertahan oleh tukang sihir'. Ketika ia dalam kondisi yg demikian itu,tiba-tiba ia mendapati seekor hewan bsar yg menghalangi orang-orang berlalu lalang. Kemudian ia berkata ' Pd hari ini apakah ilmu tukang sihir itu lbh unggul ataukan ilmu rahib?' kemudian ia mengambil batu dan seraya berkata ' Ya ALLAH jika ilmu rahib itu lbh kau sukai daripada ilmu tukang sihir,maka bunuhlah hewan ini sehingga orang-orang itu bs berlalu lalang. ' kemudian ia melempar hewan itu,maka matilah hewan tiu sehingga orang-orang sama bs berlalu lalang. stelah itu, ia datang kpd rahib sambil melaporkan yg dialami kepadanya. ' Wahai anakku,skrng km lebih baik daripada aku krn km tlah mencapai tingkatan yg tinggi sebagaimanayg aku ketahui. slanjutnya, km pasti akn mnerima berbagai macam cobaan, jika km menerima cobaan , maka jgn sekali-kali km menunjukkan keberadaanku.

Anak muda ini ternyata menyembuhkan org yg buta, orang yg sakit sopak,dan dpt mengobati sgala penyakit yg dderita oleh manusia. kehebatan anak muda itu terdengar oleh tmn dekat sang raja. ia adalah seorang yg buta. Ia pun datang kpd anak muda itu dgn membawa hadiah bnyak. Ia berkata ' Saya datang kesini untuk berjanji kpdamu: jika km bisa menyembuhkan aku,maka hadiah sebanyak ini bisa km ambil!' mendengar ucapan si buta itu,anak muda itu berkata, ' Sesungguhnya saya tdk bs menyembuhkan seorang pun krn saya bs menyembuhkan itu krn ALLAH ta'ala, oleh krn itu, jika km beriman kpd ALLAH ta'ala, maka saya akn berdoa kpd ALLAH semoga ALLAH memberika kesembuhan kpd mu.kemudian si buta itu mau beriman kpd ALLAH ta'ala lalu ALLAH memberikan kesembuhan kepadanya.

Kemudian org buta itu datang kpd sang raja sambil duduk dihadapannya seperti kebiasaan ia duduk,lalu sang raja bertanya kpda nya " Siapa yg mengembalikan pandanganmu?" Jawab orang itu, " Tuhanku ". "Sang raja bertanya,'Apakah km punya Tuhan selainku?' jwab orang itu, ' Tuhanku dan Tuhanmu adalah ALLAH. ' Kemudian sang raja menahannyadan ia senantiasa menyiksanya hingga orang itu menunjukkan anak muda td.AKhirnya,anak muda itu didatangkan dihadapan sang raja. Kemudian sang raja berkata kpada nya, 'Wahai anak muda, sesungguhnya sihirmu telah mencapai tingkatan menyembuhkan orang buta dan orang sakit sopak. Kamu jg dapat mengerjakan ini dan itu. ' Kata anak muda itu, ' Sebenernya saya tidak bisa menyembuhkan seorang pun krn yg dapat menyembuhkan itu hanyalah ALLAH ta'ala, 'Mendengar jawaban anak muda seperti itu, sang raja menahannya dan senantiasa menyiksanya hingga ia menunjukkan rahib tadi.Kemudia rahib itu pun didatangkan di hadapan sang raja. Kemudian dikatakan kpd si rahib tsb, ' Kembalilah (murtadlah) dari agamamu, 'akn tetapi,ia enggan.kemudian sang raja meminta dibawakan gergaji lalu ia meletakkan gergaji itu di tengah-tengah kepala si rahib, lalu membelah kepalanya hingga ke tengkuknya. Setelah itu, didatangkan tmn dkat sang raja ( mantan orang buta ) dihadapan raja,lalu dikatakan kepdanya, 'Kembalilah km dari agamamu.' Namun,dia enggan. Kemudian sang raja meletakkan gergaji di tengah-tengah kepalanya lalu ia membelahnya ke tengkuknya. setelah itu,datangkan anak muda dihadapan raja, lalu dikatakan kepadanya ' Kembalilah kamu dari agamamu, ' Akan tetapi dia tetap enggan.kemudian sang raja menyerahkan anak muda ini kepada algojo-algojonya seraya berpesan, ' Bawalah anak muda ini kebukit ini dan itu dan ajaklah dia naik ke atas bukit itu.apabila kalian telah sampai di puncaknya,maka jika ia murtad dari agamanya ( maka bawalah dia pulang lagi ).akan tetapi, jika ia tdk mau murtad,maka lemparkan dia dari atas bukit itu, 'Kemudian mereka pun membawa pergi anak muda itu ke puncak bukit. Setelah sampai d puncak bukit itu, anak muda itu berdoa, 'Ya ALLAH,lindungilah diriku dari kejahatan mereka sesuai denganyg Engkau kehendaki. 'Tiba-tiba bukit itu bergoncang sehingga mereka berjatuhan dari atas puncak bukit.akan tetapi,anak muda itu selamat sehingga ia datang sambil berjalan menghadap sang raja.Kemudian sang raja bertanya kpdanya, 'Apa yg dilakukan oleh algojo algojo itu terhadap dirimu? 'Jawab anak muda itu, 'Saya di lindungi ALLAH ta'ala dari kejahatan mereka.Engakau tdk akan dpt membunuh saya sebelum engkau melakukan apa yg saya perintahkan kpd engkau'. 'Apa itu?' tanya sang raja. 'Engkau kumpulkan seluruh rakyatmu dilapangan yg luas, kemudian engkau menyalib saya di atas batang pohon kurma. Setelah itu,ambilah anak panah dr tempat anak panahku. Setelah itu, letakkan anak panah itu di tengah tengah busur,lalu bacalah: Bismillah (dengan menyebut ALLAH) Rabb yg menguasai anak muda ini. Setelah itu, lemparkanlah anak panah itu kepadaku. Jika engkau mau berbuat yg demikian itu,engkau akn dpat membunuh saya. ' Akhirnya,sang raja mengumpulkan semua rakyatnya d tanah lapang yg luas lalu anak muda itu di salib di atas batang pohon kurma. Setelah itu,sang raja mengambil anak apanah di tempat anak panahnya,lalu anak panah itu diletakkan di tengah-tengah busur.setelah itu,sang raja membaca: Bismillah (dengan menyebut ALLAH) Rabb yg menguasai anak muda ini. Kemudian sang raja melemparkan anak panah itu kepadanya sehingga anak paanah itu menghembus otaknya lalu ia meletakkan tangannya di otaknya lalu matilah dia. Melihat peristiwa yg memilukan itu, akhirnya rakyat menyatakan, 'Kami beriman kepada Tuhan yg menguasai anak muda ini. 'Kemudian datanglah sang raja dan dikatakan padanya, 'tahukah kamu apa yg km khwatirkan ? Demi ALLAH apa yg km khawatirka sekarang ini benar-benar terjadi,yaitu seluruh rakyatmu telah beriman.' Kemudian sang raja menyuruh membuat aprit yg di mulut parit itu diberi pagar besi dan dinyalahkan apai di dalamnya. 'Mereka pun melakukan perintah raja itu sehingga akhirnya datanglah seorang perempuan membawa bayinya.dia merasa taut untuk masuk ke dalam parit itu. Tiba-tiba bayi yg di gendongnya berkata kpdanya, 'Wahai ibu, bersabarlah. Sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran.' ( Hadits riwayat Muslim)

Coba perhatikan bagaimana ALLAH mengabulkan doa-doa yg dipanjatkan oleh hamba-hamba-Nya. doa-doa yg dikabulkan ALLAH itu karna doa-doa yg tersebut dipanjatkan kepada-Nya dgn hati yg ikhlas dan bersih.Sebenarnya rahasia apa yg ada dibalik keseslamatan anak muda dari peristiwa kematian itu?Keikhlasan dia kpd ALLAH subhana.Bahkan berkat karunia ALLAH ta'ala ia mampu membunuh musuh-musuh ALLAH ta'ala dengan ikhlas.

Itulah keikhlasan yg ALLAH karuniakan kpd anak muda ini.Berkat,keikhlasan itu, ALLAH telah menyelamatkan anak muda itu dari marabahaya yg dahsyat.Dengannya pula, ALLAH ta'ala telah membinasakan musuh-musuhu-Nya.

Kemudian coba perhatikan bagaimana kuatnya keikhlasan anak muda tersebut!anak muda tersebut telah menjual dirinya krn ALLAH sebagai orang yg mati syahid. Ia telah mengorbankan jiwanya demi tegaknya kalimat IKHLAS sehingga kalimat itu senantiasa diucapkan dan diamalkan oleh seluruh umat manusia di muka bumi ini.Selain itu, berkorban seperti itu dengan tujuan agar semua manusia mau mengucapkan Kamu beriman kepada Tuhan yg menguasai anak muda ini.

Penulis : Syaikh Husain 'Audah al-'Awayisyah

Rabu, 21 Oktober 2009

Betapa Indahnya ISLAM.


Tema keindahan Islam sangat luas, panjang lebar sulit untuk diringkas dengan bilangan waktu yang tersisa. Sebelumnya, yang perlu kita ketahui adalah firman Allah.

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (Qs. Ali Imran: 19)

Juga firman-Nya.

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ

“Barang siapa yang mencari selain Islam sebagai agama, maka tidak akan diterima.” (Qs. Ali Imran: 85)

Jadi, agama yang dibawa oleh para nabi dan menjadi sebab Allah mengutus para rasul adalah dienul Islam. Allah mengutus para rasul untuk mengajak agar orang kembali kepada Allah. Para rasul datang untuk memperkenalkan Allah. Barang siapa menaati mereka, maka para rasul akan memberikan kabar gembira kepadanya. Adapun orang yang menentangnya, maka para rasul akan menjadi peringatan baginya. Para rasul diperintahkan untuk menegakkan agama di dunia ini.

Allah berfirman.

شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحاً وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ

“Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu ‘Tegakkan agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.’ Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)Nya orang yang kembali (kepada)-Nya.” (Qs. Asy-Syura: 13)

Islam adalah agama yang dipilih Allah untuk makhluk-Nya. Agama yang dibawa Nabi merupakan agama yang paripurna. Allah tidak akan menerima agama selainnya. Jadi agama ini adalah agama penutup, yang dicintai dan diridhaiNya.

Allah berfirman.

يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ

“Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada)-Nya.” (Qs. Asy-Syura: 42)

Sebagian ahli ilmu mengatakan, Sebelumnya aku mengira bahwa orang yang bertaubat kepada Allah, maka Allah akan menerima taubatnya. Dan orang yang meridhoi Allah, niscaya Allah akan meridhoinya. Dan barang siapa yang mencintai Allah, niscaya Allah akan mencintainya. Setelah aku membaca Kitabullah, aku baru mengetahui bahwa kecintaan Allah mendahului kecintaan hamba pada-Nya dengan dasar ayat,

يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ

“Dia mencintai mereka dan mereka mencitai-Nya.” (Qs. Al Maaidah: 54)

Ridha Allah kepada hambaNya mendahului ridha hamba kepada-Nya dengan dasar ayat,

رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ

“Allah meridhoi mereka dan mereka meridhoi-Nya.” (Qs. At-Taubah: 100)

Dan aku mengetahui bahwa penerimaan taubat dari Allah, mendahului taubat seorang hamba kepada-Nya dengan dasar ayat,

ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُواْ إِنَّ

“Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya.” (Qs. At-Taubah: 118)

Demikianlah, bila Allah mencintai seorang manusia, maka Dia akan melapangkan dadanya untuk Islam. Dalam Shahihain, dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah bersabda. “Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Tidak ada seorang Yahudi dan Nasrani yang mendengarku dan tidak beriman kepadaku, kecuali surga akan haram buat dirinya.” (Hadits Riwayat Muslim)

Karena itu, agama yang diterima Allah adalah Islam. Umat Islam harus menjadikannya sebagai kendaraan. Persatuan harus bertumpu pada tauhid dan syahadatain. Islam agama Allah. Kekuatannya terletak pada Islam itu sendiri. Allah menjamin penjagaan terhadapnya.

Allah berfirman,

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Qs. Al-Hijr: 9)

Sedangkan agama selainnya, jaminan ada di tangan tokoh-tokoh agamanya.

Allah berfirman.

بِمَا اسْتُحْفِظُواْ مِن كِتَابِ اللّهِ

“Disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab.” (Qs. Al Maaidah: 44)

Kalau mereka tidak menjaganya, maka akan berubah. Ia bagaikan sesuatu yang mati. Harus digotong. Tidak dapat menyebar, kecuali dengan dorongan sekian banyak materi. Sedangkan Islam pasti tetap akan terjaga. Karena itu, masa depan ada di tangan Islam. Islam pasti menyebar ke seantero dunia. Allah telah menjelaskannya dalam Al Quran, demikian juga Nabi dalam Sunnahnya. Kesempatan kali ini cukup sempit, tidak memungkinkan untuk menyebutkan seluruh dalil. Tapi saya ingin mengutip sebuah ayat.

مَن كَانَ يَظُنُّ أَن لَّن يَنصُرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ إِلَى السَّمَاء ثُمَّ لِيَقْطَعْ فَلْيَنظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُ مَا يَغِيظُ

“Barang siapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tidak menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya.” (Qs. Al-Hajj: 15)

Dalam Musnad Imam Ahmad dari sahabat Abdullah bin Amr, kami bertanya kepada Nabi, “Kota manakah yang akan pertama kali ditaklukkan? Konstantinopel (di Turki) atau Rumiyyah (Roma)?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Konstantinopel-lah yang akan ditaklukkan pertama kali, kemudian disusul Rumiyyah.” Yaitu Roma yang terletak di Italia. Islam pasti akan meluas di seluruh penjuru dunia. Pasalnya, Islam bagaikan pohon besar yang hidup lagi kuat, akarnya menyebar sepanjang sejarah semenjak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Islam adalah agama (yang sesuai dengan) fitrah. Kalau anda ditanya, bagaimana engkau mengetahui Robb-mu. Jangan engkau jawab, “dengan akalku,” tapi jawablah, “dengan fitrahku.” Oleh karena itu, ketika ada seorang atheis yang mendatangi Abu Hanifah dan meminta dalil bahwa Allah adalah Haq (benar), maka beliau menjawab dengan dalil fitrah. “Apakah engkau pernah naik kapal dan ombak mempermainkan kapalmu?” Ia menjawab, “Pernah.” (Abu Hanifah bertanya lagi), “Apakah engkau merasa akan tenggelam?” Jawabnya, “Ya.” “Apakah engkau meyakini ada kekuatan yang akan menyelamatkanmu?” “Ya,” jawabnya. “Itulah fitrah yang telah diciptakan dalam dirimu. Kekuatan ada dalam dirimu itulah kekuatan fitrah Allah. Manusia mengenal Allah dengan fitrahnya. Fitrah ini terkandung dalam dada setiap insan. Dasarnya hadits Muttafaq ‘Alaih. Nabi bersabda: “Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi.”

Akal itu sendiri bisa mengetahui bahwa Allah adalah Al-Haq. Namun ia secara mandiri tidak akan mampu mengetahui apa yang dicintai dan diridhoi Allah. Apakah mungkin akal semata saja dapat mengetahui bahwa Allah mencintai sholat lima waktu, haji, puasa di bulan tertentu? Karena itu, fitrah itu perlu dipupuk dengan gizi yang berasal dari wahyu yang diwahyukan kepada para nabi-Nya.

Sekali lagi, nikmat dan anugerah paling besar yang diterima seorang hamba dari Allah ialah bahwa Allah-lah yang memberikan jaminan untuk menetapkan syariat-Nya. Dialah yang menjelaskan apa yang dicintai dan diridhaiNya. Inilah nikmat terbesar dari Allah kepada hamba-Nya. Bila ada orang yang beranggapan ada kebaikan dengan keluar dari garis ini dan mengikuti hawa nafsunya, maka ia telah keliru. Sebab kebaikan yang hakiki dalam kehidupan ini maupun kehidupan nanti hanyalah dengan menaati seluruh yang datang dari Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.

Syariat Islam datang untuk menjaga lima perkara. Allah telah mensyariatkan banyak hal untuk menegaskan penjagaan ini. Islam datang untuk menjaga agama. Karena itu, Allah mengharamkan syirik, baik yang berupa thawaf di kuburan, istighatsah kepada orang yang dikubur serta segala hal yang bisa menjerumuskan ke dalam syirik, dan mengharamkan untuk mengarahkan ibadah, apapun bentuknya, (baik) secara zahir maupun batin kepada selain Allah. Oleh sebab itu, kita harus memahami makna ringkas syahadatain yang kita ucapkan.

Syahadat “Laa Ilaaha Illa Allah”, maknanya: tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, ibadah hanya milik Allah. Ini bagian dari pesona agama kita. Allah mengharamkan akal, hati dan fitrah untuk melakukan peribadatan dan istijabah (ketaatan mutlak) kepada selain-Nya. Sedangkan makna syahadat “Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah”, (yakni) tidak ada orang yang berhak diikuti kecuali Muhammad Rasulullah. Kita tidak boleh mengikuti rasio, tradisi atau kelompok jika menyalahi Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah. Maka seorang muslim, di samping tidak beribadah kecuali kepada Allah, juga tidak mengikuti ajaran kecuali ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia tidak mengikuti ra’yu keluarga, ra’yu kelompok, ra’yu jama’ah, ra’yu tradisi dan lain-lain jika menyalahi Al Quran dan Sunnah.

Dakwah Salafiyah yang kita dakwahkan ini adalah dinullah yang suci dan murni, yang diturunkan oleh Allah pada kalbu Nabi. Jadi dalam berdakwah, kita tidak mengajak orang untuk mengikuti kelompok ataupun individu. Tetapi mengajak untuk kembali kepada Al Quran dan Sunnah. Namun, memang telah timbul dakhon (kekeruhan) dan tumbuh bid’ah. Sehingga kita harus menguasai ilmu syar’i. Kita beramal (dengan) meneladani ungkapan Imam Malik, dan ini, juga perkataan Imam Syafi’i, “Setiap orang bisa diambil perkataannya atau ditolak, kecuali pemilik kubur ini, yaitu Rasulullah.”

Telah saya singgung di atas, agama datang untuk menjaga lima perkara. Penjagaan agama dengan mengharamkan syirik dan segala sesuatu yang menimbulkan akses ke sana. Kemudian penjagaan terhadap badan dengan mengharamkan pembunuhan dan gangguan kepada orang lain. Juga datang untuk memelihara akal dengan mengharamkan khamar, minuman keras, candu dan rokok. Datang untuk menjaga kehormatan dengan mengharamkan zina, percampuran nasab dan ikhtilath (pergaulan bebas). Juga menjaga harta dengan mengharamkan perbuatan tabdzir (pemborosan) dan gaya hidup hedonisme. Penjagaan terhadap kelima perkara ini termasuk bagian dari indahnya agama kita. Syariat telah datang untuk memerintahkan penjagaan terhadap semua ini. Dan masih banyak perkara yang digariskan Islam, namun tidak mungkin kita paparkan sekarang.

Syariat telah merangkum seluruh amal shahih mulai dari syahadat hingga menyingkirkan gangguan dari jalan. Karena itu tolonglah jawab, kalau menyingkirkan gangguan dari jalan termasuk bagian dari keimanan, bagaimana mungkin agama memerintahkan untuk mengganggu orang lain, melakukan pembunuhan dan peledakan? Jadi, ini sebenarnya sebuah intervensi pemikiran asing atas agama kita. Semoga Allah memberkahi waktu kita, dan mengaruniakan kepada kita pemahaman terhadap Kitabullah dan Sunnah Nabi dengan lurus. Dan semoga Allah memberi tambahan karunia-Nya kepada kita. Akhirnya, kami ucapkan alhamdulillah Rabbil ‘Alamin.

[Diambil dari situs almanhaj.or.id yang disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun VIII/1425H/2005M rubrik Liputan Khusus yang diangkat dari ceramah Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman Tanggal 5 Desember 2004 di Masjid Istiqlal Jakarta]

***

Penulis: Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman hafizhahullah

Repost from : http://muslim.or.id/nasehat-ulama/alangkah-indahnya-islam.html

Minggu, 18 Oktober 2009

Mengapa Kebanyakan Penghuni Neraka Adalah Wanita?

Bismillahir-Rahmanir-Rahim

Assalamu 'Alaikum wr wbt

Hadis berkenaan tajuk di atas sedia diketahui umum. Bahkan di masjid, surau dan musolla sering diberi peringatan tentang hadis-hadis berhubung dengan ancaman-ancaman terhadap wanita yang telah diwasiatkan oleh Rasululllah saw 14 abad yang lalu.

Apa yang kita cuba ketengahkan di sini ialah sejauh mana kesedaran kaum wanita terhadap pesanan, wasiat dan ancaman ini.

Adakah ancaman dan amaran Rasulullah ini ditujukan kepada wanita-wanita yang tidak beriman?

Adakah ancaman ini ditujukan kepada wanita-wanita yang tidak bersolat, tidak berpuasa dan tidak bersedekah?

Jika diteliti, hampir kesemua hadis berkenaan adalah ditujukan secara khusus oleh Rasulullah saw kepada para wanita Islam kerana wanita-wanita kafir yang mati dalam keadaan kafir, tempat kembalinya adalah neraka kecuali jika dikehendaki Allah sebaliknya.

Sesungguhnya Allah Ta'ala Maha Memenuhi janji-Nya!

Sabda Rasulullah saw :

" Kebanyakan ahli neraka adalah terdiri daripada kaum wanita." Maka menangislah mereka dan bertanya salah seorang daripada mereka: " Mengapa terjadi demikian, adakah kerana mereka berzina atau membunuh anak atau kafir? " Baginda menjawab : " Tidak, mereka ini ialah mereka yang menggunakan lidah menyakiti hati suami dan tidak bersyukur akan nikmat yang disediakan oleh suaminya." (Muslim)

Sabda Rasulullah saw :

" Aku lihat api neraka, tidak pernah aku melihatnya seperti hari ini, kerana ada pemandangan yang dahsyat di dalamnya. Telah aku saksikan kebanyakan ahli neraka ialah wanita. Rasullullah saw ditanya: " Mengapa demikian ya Rasulullah? " Baginda menjawab:
" Wanita mengkufurkan suaminya dan mangkufurkan ihsannya". Jikalau engkau berbuat baik kepadanya seberapa banyak pun dia masih belum merasa berpuas hati dan merasa cukup." (Riwayat al-Bukhari)

Sabda Rasulullah saw :

" Apabila perempuan keluar rumah, sedangkan suaminya membencinya, dia dilaknat oleh semua malaikat di langit, dan semua apa yang dilaluinya selain daripada jin dan manusia sehingga dia kembali. " (Thabarani di dalam al-Awsat)

Petunjuk Rasulullah saw dalam hadis-hadis ini dan juga banyak hadis lain sangat jelas mengaitkan sebab-sebab wanita dihumban ke dalam neraka. Iaitu kerana durhaka kepada suami. Kebanyakan wanita Islam yang menunaikan solat dan tanggungjawab lain di dalam agama gagal memerhatikan petunjuk utama Rasulullah saw ini. Mereka tahu ancaman tersebut secara nyata tetapi suasana kehidupan moden yang penuh dengan cabaran dan mengejar impian kerjaya membuatkan mereka diselubungi kegelapan. Seringkali mereka tersungkur di hadapan keindahan duniawi serta kemewahannya. Pada beberapa ketika mereka bangkit daripada jatuh dan cuba menuju cahaya kebenaran, nafsu dan Iblis sedia menanti untuk menarik mereka kembali ke jalan kesesatan.

* diolah daripada artikel asal

repost : www.iluvislam.com

Jumat, 16 Oktober 2009

PEMUDA YANG TAKUT DOSA

Dahulu ada seorang pemuda Bani Israil penjual keranjang yang sangat tampan. Ia biasa berkeliling menjajakan barang dagangannya setiap hari. Suatu ketika ia melewati istana Raja, dan seorang pelayan wanita keluar dari dalam istana. Melihat ketampanan si pemuda, wanita itu segera masuk lagi untuk memberitahu putri raja.
“Tuan, di luar ada seorang pemuda yang sedang menjajakan keranjang dari pelepah pohon kurma,” katanya sambil terengah-engah.
“Lalu? Apa istimewanya untukku? Bukankah tiap hari juga banyak penjual keranjang yang lewat di depan istana?” tanya Putri.
“Tuan, pemuda yang satu ini beda. Ia luar biasa tampan!” kata pelayan itu setengah berseru.
“Benarkah?” tanya Putri dengan mata berbinar. “Suruh dia masuk!”

Pelayan wanita itu segera berlari keluar memanggil si pemuda dan membawanya masuk untuk menghadap Putri. Setelah pemuda itu masuk, pelayan wanita itu segera mengunci pintu. Lalu keluarlah Putri dengan memakai pakaian transparan yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dan tanpa penutup kepala sehingga rambutnya yang indah dan lehernya yang jenjang terlihat dengan jelas. Pemuda itu segera mengucap istighfar dan menundukan pandangannya.
“Maaf Tuan Putri, mohon tutuplah auratmu. Semoga Alloh mengampunimu,” pinta Pemuda itu dengan sopan.
“Kenapa? Kau tidak suka?” tanya Putri menggoda.
“Maaf Tuan Putri, sebaiknya saya keluar saja daripada nanti menimbulkan fitnah. Biar pelayan anda saja yang memilih keranjang yang hendak Tuan beli di luar,” kata Pemuda.
“Siapa yang bilang aku mau membeli keranjangmu?” tanya Putri sambil tersenyum kecil. “Aku menyuruhmu masuk karena aku tetarik pada ketampananmu.”
“Wahai Putri, takutlah engkau kepada Alloh. Perbuatanmu akan menghinakanmu di hadapan manusia dan Alloh,” kata Pemuda.
“Hahaha…” Putri tertawa geli. “Siapa yang bisa melihat perbuatan kita disini? Pintu telah terkunci, dan hanya ada kita berdua.”
“Ingatlah akan Alloh yang Maha Mengetahui,” kata Pemuda itu.

Rupanya Putri sudah kerasukan setan. Kata-kat Pemuda itu sama sekali tidak membuatnya takut. Ia malah semakin berani mengoda si Pemuda. Tapi karena tidak juga berhasil, Putri menjadi murka.
“Hai Pemuda yang keras kepala. Kau telah menghinaku dengan berani mengacuhkanku. Kamu tahu, aku bisa membuatmu dihukum berat,” kata Putri.
“Aku tidak melakukan kesalahan apapun,” tantang Pemuda.
“Bodoh! Aku bisa saja memberitahu ayahku bahwa kau dengan sengaja menyusup kemari dan memaksaku berbuat yang tidak senonoh,” katanya.
“Tapi aku tidak melakukannya, itu fitnah namanya” jawab Pemuda.
“Hah! Aku bisa melakukan apapun yang kumau!” kata Putri dengan angkuh. “Sekarang kau tinggal pilih. Memenuhi keinginanku atau dihukum berat?”

Pemuda itu berpikir sejenak.
“Sebelum aku memeutuskan, ijinkan aku berwudhu lebih dulu, “ pinta si Pemuda.
“Untuk apa?” tanya Putri heran.
“Aku akan meminta Alloh yang memilihkan jawabannya untukku,” katanya.
“Hmmm pandai sekali kau mengulur waktu. Meskipun kau memohon sepanjang hari, aku yakin Tuhanmu tidak akan hadir di sini,” kata Putri mengejek.
Tapi ia mengizinkan Pemuda itu untuk berwudhu dan berdoa di kamar yang terletak di atas loteng. Dengan begitu ia tidak mungkin melarikan diri.

Di atas loteng, dengan khusyuk si Pemuda memanjatkan doanya.
“Ya Alloh, sesungguhnya hamba-Mu sangat takut berbuat maksiat pada-Mu. Lebih baik aku meloncat dari atas loteng ini dan menyerahkan nasibku kepada-Mu daripada aku berbuat dosa.”
Dengan hati mantap pemuda itu meloncat dari loteng yang letaknya sangat tinggi. Saat itu pula Alloh menurunkan malaikat-Nya untuk menggandeng tangan si pemuda sehingga ia tiba di tanah dalam keadaan berdiri dan ringan serta tidak terluka sedikit pun.

Pemuda itu sangat beryukur atas pertolongan Alloh. Namun ia juga khawatir peristiwa yang sama akan terulang kembali jika ia masih berjualan keranjang.
“Ya Alloh. Jika Engkau mengizinkan, karuniakanlah kepadaku rizki hingga aku tidak perlu berjualan lagi. Mudah-mudahan hal itu akan menambah kebaikan untukku,” doa si Pemuda.

Rupanya Alloh berkenan mengabulkan doanya. Alloh mengirimkan sekawanan belalang yang terbuat dari emas untuk dipungut oleh si Pemuda. Ia mengumpulkannya dan memasukannya ke dalam saku bajunya. Tapi pemuda itu takut hartanya tersebut akan mengurangi ridhonya Alloh. Maka ia berdoa kembali.
“Ya Alloh, jika rizkimu ini akan mengurangi jatahku di akhirat nanti, maka ambillah kembali dan simpankanlah untukku.”
Pemuda itu seolah-olah mendengar suara yang memberitahukan bahwa hadiah itu hanyalah satu dari duapuluh lima bagian pahalanya atas kesabarannya melemparkan diri dari loteng.
“Ya Alloh kalau begitu hamba tidak membutuhkan harta ini lagi. Tolong ambillah lagi, karena hamba memilih memintanya nanti di Akhirat,” pinta si Pemuda.
Seketika itu juga semua belalang emasnya menghilang. Alloh telah mengambilnya kembali dan menjadi simpanan pahala bagi si pemuda yang takut dosa itu.

Repost from www.dongengkakrico.com

Kamis, 15 Oktober 2009

kisah anak yang dicintai langit dan bumi (renungkanlah)

Dialog antara Seorang Sahabat rasul dengan Anak Kecil

Salah seorang Sahabat pernah bercerita bahwa pada suatu hari ia masuk ke dalam salah satu masjid. Ketika itu ia melihat seorang anak laki-laki yang berumur kurang lebih sepuluh tahun sedang melakukan salat dengan khusyuknya. Setelah anak itu selesai melakukan salat, sahabat itu mendekatinya dan bertanya sesuatu kepadanya, dan terjadilah dialog antara keduanya.

"Siapa ayahmu, Nak?" tanya sahabat itu.

"Saya yatim piatu. Ayah dan ibu saya telah meninggal," jawab si anak itu.

Lalu ketika sahabat itu menawarkan diri untuk menjadi orang tua asuhnya, si anak menjawab, "Apakah tuan akan memberiku makan bila aku lapar? Memberiku minum bila aku kehausan? Memberiku pakaian bila aku memerlukannya? Dan menghidupkanku bila aku mati?"

Sahabat itu kaget atas pertanyaan terakhir. Sebab, menghidupkan seseorang setelah mati di luar kekuasaan manusia. Seakan-akan si anak itu mengemukakan argumentasi seperti yang terdapat dalam surat asy-Syu'araa' ayat 78-81 yang artinya,

"Yaitu Tuhan, yang telah menciptakan aku, maka Dia menunjuki aku. Dan Tuhanku, Dia-lah yang memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkan aku, dan Dia-lah yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku kembali."

Sahabat itu menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Adapun permintaanmu yang terakhir itu, menghidupkan sesudah mati, bukanlah kewenanganku. Aku tidak sanggup melakukannya."

Mendengar jawaban Sahabat yang demikian, anak itu kemudian berpaling sambil berkata, "Kalau begitu silahkan tuan tinggalkan aku. Biarkanlah aku menghadap Allah yang menciptakan aku, yang memberi rezeki kepadaku, dan yang menghidupkan aku setelah mati."

Sahabat terdiam kagum melihat kecerdasan dan keimanan anak itu. Ia hanya bisa memandangnya berlalu dari hadapannya. Sungguh anak sekecil itu telah memiliki harta yang sangat mahal harganya, yaitu tauhid yang kuat.

hanya allah yang maha penolong,.minta tolong lah kalian kepada allah da palingkanlah dirimu dari dunia beserta isinya.

repost from http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2572050